harus bagaimana

harus bagaimana aku peduli
pada selautan kata-kata

yang tersimpul dan diikat mati
yang disusun sebagai temali janji
tetapi dibiarkan kusut dan tidak dipeduli
walau dinyatakan itu suara hati

harus bagaimana aku peduli
pada gumpalan kata-kata
yang engkau biar menjadi longgokan sisa
segunung tidak bererti

harus bagaimana aku peduli
pada selautan kata-kata
yang lahir sepenuh jiwa
tetapi hambar dan kosong

harus bagaimana aku peduli
pada selautan kata-kata
yang berbekal harapan
tetapi digelangi logamaya

dalam terik perjalanan
aku mencari redup kehidupan

Alang Budiman
30 November 2016
30 Safar 1438H
Rabu, 1050 pagi

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Sajak Alang Budiman and tagged , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s