perjalanan

yang berkilauan
dan bertaburan
adalah serpihan kekaca
yang dipungut satu persatu
meski jari terluka
tertusuk serpihannya

biar…
biar…
yang berdarah itu lukaku
bukan kakimu

dan kekaca-kekaca itu
terus berkemilau
bagai arca
di lemari hias
…fragmen

Alang Budiman
1 Disember 2016
1 Rabiulawal 1438H
8:13:53 pagi, Khamis

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Sajak Alang Budiman and tagged , , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s