warkah

surat itu memandangku
aku biarkan ia begitu

“sepucuk surat buatmu…”

“oh iya? akan ku baca…”

“aku tulis beberapa hari lalu.
baru semalam aku kirimkan kepadamu…”

“sudi engkau mengutus surat itu…”

“bacalah…”

“akan ku baca.”

ia masih belum dibuka,
empat bulan lalu dikarang olehmu

ia warkah terakhirmu

satu pesona.

layarkan… bahtera itu…

Alang Budiman

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Luahan. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s