larut masa

penantian itu
pertarungan
antara waktu dan kesabaran
jemu dan jenuh
lenguh, berpeluh

minit-minit itu
mulanya kelihatan menari
setelah itu berlari
pantas, deras
susup-sasap
bayangan pun hilang

yang ketungguan
berdiri dan menanti
melepasi pagi dan tengahari
masuki petang hingga
pungguk datang
beburung lain pulang ke sarang
si ayam pulang ke reban
hingga berkokok-kokok keesokannya…

hari terus berganti
dan penantian itu
ah… satu kecekalan
tekadjiwa

aku menggenggam harapan!

yang dinanti akan tiba dan berdiri
didepanku!
yang ditunggu akan hadir
membisik bait-bait rindu
bersenandung lagu
menghilang lelah satu penantian
panjang
yang meruntun hasrat hingga tidak dapat
ku bilang-bilang

aku bersandar pada sangkaan!
aku berpaut pada andaian!
berpegang pada angan-angan!
cita-cita yang sekali belum
tertunai walau dihajati

waktu!
masa itu terlalu kecepatan
hingga aku berkejaran
setelah kejauhan
dek ketungguan yang menidak
hadirwaktu

satu kedunguan.

Alang Budiman
7hb Januari 2014
5 Safar 1435H
20:00:39

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Sajak Alang Budiman. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s