haru biru

Seekor gagak
jatuh ke rumput
cedera ringan
dipangkal peha
sesaat kemudian
seekor dua semut
datang gegas merayap
menikmati manis darah
dan kulit yang tersiat
manissegar
Gagak mengibas sayap
menyua muncung
tangkas menangkap seekor dua semut itu
yang kini mati tersenyum dek kekenyangan
ribuan semut lagi datang merayapi gagak itu
yang kini terbaring
mengerti
dia tidak mampu lagi melawan
dia mati kewalahan
dan semut itu terus datang
bertali-arus

sekali ini semut itu berkata:
Aku hanya serangga…

Alang Budiman
4hb November 1434H
30hb Zulhijjah 1434H
Isnin, 13:49:38 tengah hari

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Sajak Alang Budiman. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s