Bila kemuncak rindu…

Bila kemuncak rindu
saat dinanti kunjungnya entah bila…

Bila kemuncak rindu
saat masa menunggu waktu

Bila kemuncak rindu
bila remuk-redam mulai bertamu

Bila kemuncak rindu
bila mimpi mulai menari-nari

Bila kemuncak rindu
bila mata melihat kacau

Bila kemuncak rindu
bila  jantung terus kencang berdegup

Bila kemuncak rindu
bila resah dipeluk waktu

Bila kemuncak rindu
bila sendiri mendatangi laut biru

Bila kemuncak rindu
bila semilir mengusik sukma

Bila kemuncak rindu
bila mentari mewarna siang

Bila kemuncak rindu
bila malam disenandung sepi

Bila kemuncak rindu
bila aku tak mampu berlari lagi

Bila kemuncak rindu
bila cinta dipaut cinta

Bila kemuncak rindu
saat kasih terus erat

Bila kemuncak rindu
saat ku jejak bayangmu

Bila kemuncak rindu
saat aku meneriak:

Nyalakan terus cinta itu!
Nyalakan…

Oi… bintang-bintang kerdip
Suluhi cahayamu buat dia dan aku!

Oi… awan-gemawan yang berarak
lindungi aku dan dia

Oi… sang rembulan
jadikan kami penemanmu

Oi… samudera luas
jadikan cinta ini sedalam dasarmu

Oi… segala rimba dan gunang-ganang
dikau saksi keteguhan kasih ini

Oi… Sang Kekasih
hadirlah Dikau
dalam kemuncak rindu ini!

Alang Budiman
12 Januari 2010
26 Muharram 1431H
Selasa, 01:51:17 pagi

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Sajak Alang Budiman. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s