sekali dalam semusim

(menjelang pilihanraya di negera Entah Mana) 

sekali dalam semusim
kita diangkat bak raja
saat dijulang,
serasanya bak dewa

tiap sekali semusim
kita disogok sang berkuasa
dengan kata-kata, janji-janji
manis-manis, mulus-mulus
enak-enak rasa
…belaka

sekali semusim
kita diangkat, diampu
martabat dan darjat

sekali semusim
sang berkuasa tabur gula-gula
hidup aman, tenang dan santai
langsung!

sekali semusim
kita diberi gula dan madu
yang manisnya aduh!
menusuk kalbu dan jiwaraga

hingga lupa…

yang ditabur, dijanji, diberi
punya harga dan sejuta makna

saat lidah menyentuh,
lenyap rasa manisnya
masam-masam jadinya
kelat-kelat akhirnya

sudahnya,
pahit-pahit juga…

alang budiman,
19 Februari 2008
12 Safar 1429H
Selasa, 2201:55 malam

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Sajak Alang Budiman. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s