catatan dari kaki Gunung Lawu, Surakarta

setelah sekian lama
degup jantung terhenti

mati!

dan ajalmu…
adalah permulaan
bagi satu perjalanan panjang
ke siratulmuntaha
yang tidak sekali diimbangi
pangkat dan darjat
tidak lagi diselimuti
pengaruh dan kuasa

matimu…
walau diratapi anak sendiri
walau masa persemadian
dijejer pingat dan anugerah
pada ribuan bangsawan
akan pengabdian tuntas
tiga dasawarsa
bangun nusa, bangun bangsa
tidak semua ditangisi anak tani
tidak semua dihargai warga mandiri 

ajalmu…
adalah ingatan
pada sang berkuasa
jangan hanya gendutkan
perut anak isteri dan kroni
petanda
perjalanan ini sekali
sesudah itu mati…

laku seadilnya!

alang budiman
30 Januari 2008
21 Muharam 1429H
Rabu, 12:20:17 tghari

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Sajak Alang Budiman. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s