sepetang di Senayan

{lewat 9 Augustus 1998}

kelihatan anak-anak
kota lesu
melangkah pulang
setelah seharian
membanting
tenaga, minda dan suara
membangun semula
negara yang
kerapuhan akibat kejatuhan
wang dan titis darah

pak!
stadiun ini berdiri
tegak sekali
tanpa menoleh
kanan dan kiri lagi
tanpa ketahuan beban
anakbumi
tanpa peduli
pemerkosaan, penjarahan
apalagi pelacuran

pak!
tanah ini tidak
mampu bersuara
walau lama merdeka
tapi mampu menyaksi
demo dan piket
anakjati tanah ini

pak!
diantara kami dan bapak
yang beza hanya
rupiah dan dolar
bukan pangkat dan nama

mari pak!
kita santai
sambil nikmati
batagor
bakmi soto
dan teh botol
biar hilang sementara
problema di kepala
biar rambut tak kusut
dahi tak lagi berkerut

minum pak!
sementara stok masih ada

kami pak
adalah anak yang hilang

Alang Budiman
8 Februari 1999, 10:53:15

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Sajak Alang Budiman. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s