semalam

dalam pekatmalam
semalam berlalu 

dibawa samanya
kilas-kilas bayangan
tanpa peduli
seribu satu rasajiwa
ceria, resah, marah
dendam apalagi pasrah

simpang-siur adakala
merasai perginya semalam…

rindu,

berbatu-batu sudah
terasa ia menjauh
deras melepasi landasan waktu
yang saban masa mengenepi
liku, onak dan merah senja

ah semalam!
tidak sekali kita dengar
sahutan dan deruan kepergiannya
tidak sekali ditemui
liang dan nisan
apatah lagi jasadnya
di bumi tua yang tertanam
selaksa sejarah
Adam dan Jalang
yang mendarah dan beraja
di hati setiap mangkabumi 

tidak pernah ia nanti kita
walau sesaat dua
tanpa sekelumit kesal adanya
meninggalkan warga yang adakala
mengadu terlambat dan terlewat

semalam pergi lagi
dan kita tertinggal juga
seperti kebiasaannya

tolol!

Alang Budiman
23 Disember 2007, Ahad
13 Zulhijjah 1428H, 1723 ptg

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Sajak Alang Budiman and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s