sepi itu telah agak lama tidak menampakkan wajahnya

biarkan sekali ini sepi itu hadir
mengganti gejolak dan ribut
yang datang saban waktu
menghujani tiap pelusuk dan ruang
hingga melonjak angka-angka korban
membilang lebih ratusan dan ribuan warga
tanpa peduli kawasan dan sempadan

biarkan sepi itu hadir!
biar sesekali anak-anak tidak lagi lelah
rawan meratapi korban dan kehancuran
dek muntahan mesingan dan peledak
membakar jiwa, me-merah dataran
yang sebelum ini semarak
ingin mencapai angan-angan
merdeka

sekali ini biarkan sepi itu hadir!
agar kudrat itu dapat membangkit
kembali berbudi pada tanah tandus
yang selama ini gersang
dek dahaga titisan peluh watan
biar kembali gambut, menghijau
redup dan merimbun

biarkan ia hadir!
sepi itu
yang lama sekali tidak menyua
meski awan telah lama berarak perlahan
dan rintik-rintik hujan
tidak lagi kelihatan
dan titis-titis embun
yang tidak lagi membasahi
bibir subuh

jadi ku kira
biarkan saja sepi itu hadir!

biar dunia tidak lagi ribut-ribut
dengan kematian yang bertalu
dan tangisan yang bertali
atau ratapan tiada henti

tolong…
beritahu Tuhan-ku dan Tuhan-Mu
atau Tuhan-Tuhan kamu
biar sekali ini
hadirkan sepi itu
biar seketika
dunia mampu dengar dan nikmati
dengungan lebah
atau ciung burung
dan hempasan ombak
dan desir-desir angin

Alang Budiman
9 Julai 2006

About chairulfahmy

A writer.
This entry was posted in Sajak Alang Budiman. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s