RSS

langkah

A: “aku tidak mau ketemu…”

B: “mengapa?”

A: “aku tidak mampu melukakan.”

B: “jadi kesemua halangan ini adalah kesengajaan?”

A: “engkau harus faham. setiap pertemuan itu melukakan.”

B: “aku menyintaimu setulus hati.”

A: “tapi aku tak mampu melukakan.”

B: “sejauh ini aku melangkah, dan cinta ini tidak bermakna? hadirku tiada erti?”

A: “bukan itu maksudku…”

B: “tak mengapa aku faham. berambuslah.”

Alang Budiman.

 
Tinggalkan komen

Posted by di Februari 26, 2015 in Luahan

 

takdir

“segalanya ditakdirkan. aku tidak mampu berbuat apa-apa.”

“engkau menanggapi takdir. engkau mengenepikan qada dan qadarNya itu.”

“aku tidak.”

“sememangnya itu yang engkau lakukan.”

“maksudmu?”

“takdir, qada dan qadar adalah sebahagian keimanan. takdir atau qada itu adalah keputusanNya. qada pula kehendakNya.

“namun, Allah memberimu dua perkara sebelum menyingkapi qada dan qadar atau takdirNya, yakni, doa dan usaha…

“sudahkah engkau berusaha dan berdoa?”

“belum…”

“jadi mengapa persalahkan takdir?”

Alang Budiman
25 Februari 2015
Rabu, 11:12:22 pagi
28 Rabiulakhir 1436H

 

 

 

 
Tinggalkan komen

Posted by di Februari 25, 2015 in Pandangan

 

pedih

ia memeritkan
rahang terasa bagai ditikam-tikam
lelangit terasa bagai dibakar-bakar
ditelan adalah kepayahan
menelan suatu kesukaran

perit…
…pedih
sakit itu ujian dariMu
dan aku mohon kesembuhannya
dariMu

aku di daerah ini
berlagu dalam sepi…

Alang Budiman

 
Tinggalkan komen

Posted by di Februari 16, 2015 in Luahan

 

gemersik suara

engkau menyepi
dan membiarkan ia begitu
hingga aku sugul
di tepian waktu

di mana geranganmu
hingga lupa aku

Alang Budiman

 
Tinggalkan komen

Posted by di Februari 15, 2015 in Luahan

 

ketiadaan

diam dan tiada khabarnya
sedang hari terus berganti
kekosongan itu terasa benarnya
hilangmu begitu meresahkan

mungkin hadirku tidak bermakna
dan ketiadaanmu adalah jawabannya

mungkin resahku tidak meresahkanmu
jadi diam lebih bermakna

mungkin engkau tidak betah…
aku ingin terus bermimpi
jadi pengkhayal yang mabuk
dalam dunia sendiri

merasai aku tidak mengerti
realiti yang melilitmu

aku akur akan keadaan
aku tidak sesekali mensesiakan
realitimu adalah gapaianku
tidak sekali aku mendustakan

aku tidak mendustakan!

hakikatnya, aku soldadu
biar aku dirantai masa
aku tetap mahu menawan
cintamu

walau di penghujung ajalku

kerna cinta itu adalah janji
dalam rautan ketulusan…

Alang Budiman

 
Tinggalkan komen

Posted by di Februari 13, 2015 in Luahan

 

ulit masa

jika masa boleh diulit ke belakang
apakah bisa ditamparnya waktu?

Alang Budiman

 
Tinggalkan komen

Posted by di Februari 12, 2015 in Pandangan

 

senja

senja di daerah ini
adalah rindu nan mendalam
memaut tangkai masa
pada hati yang rapuh

senja di daerah ini
adalah kepiluan
pada samar kemesraan
pada kenangan yang memberkas

senja di daerah ini
adalah cinta
tidak sekali ternoktah
tidak sekali bernanah
tidak sekali ternoda

senja di daerah ini
adalah kepasrahan

aku di senja ini

Alang Budiman
11 Februari 2015
Rabu, 19:32:32 malam

 
Tinggalkan komen

Posted by di Februari 11, 2015 in Luahan

 
 
Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.