Sepertimu
aku juga sama
“merasa dikentuti”.
Alang Budiman
Khamis, 31 Julai 2008
12:33:15 tengahari
28 Rejab 1429H
Nota - Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Jun 1901 ini dengan berani mengejek Amerika Syarikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid!”, atau, Persetan dengan bantuanmu!
Gaya bahasa Soekarno memang khas. Ia tidak segan memakai kata kasar tetapi spontan. Berbeza dengan penggantinya, Soeharto, yang memakai bahasa halus tetapi tindakannya keras. Di tengah sidang kabinet, di depan para Menteri, Presiden Soekarno tak segan mengatakan “mau kencing dulu” jika ia ingin ke belakang .
Ketika perintahnya tidak diindahkan, ia berteriak “saya merasa dikentuti”. Pernah pula ia mengutip cerita Sayuti Melik (pemimpin belia ketika itu) tentang kemaluannya yang ketembak. Namun, di lain pihak ia mahir menggunakan kata-kata bernilai sastra:
“Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita.”
Sumber: Goblogmen – http://gobungkarno.blogspot.com/2007/04/muqodimmah.html
DIKENTUTI!!!!!! Hahaha. Dikentuti.