My short note, reflections, hope and a little prayer

28 07 2014

2014 turns out to be THE year where Singaporean Malays and Muslims creates history in this tiny city-state they called Home. The community has created what I called as ‘The Malay/Muslim Spring’!

The community not only embrace democracy but celebrate them too. Three obvious examples; the Wear Hijab campaign, the Wear White campaign, the protest at Hong Lim Park against Israel’s killing of Palestinians.

In short, the Malays and Muslims in this island are no longer a silent bunch! They aren’t just complaining, whining or sighing in facing the many hurdles and challenges one after another. The Malays and Muslims in Singapore are not mere keyboard warriors. They took actions and in doing so, let off the spark with much steam, drama and colour!

In all these efforts, their voices are not only getting louder but in unison too. They wish to be heard and their very presence in both form and substance, be respected.

What makes it sweeter, in all these efforts, the Malays and the Muslims are not alone or be made distinct. Many Singaporeans of other races joined them in affirmation of unity, harmonious relations and more importantly, the understanding that each community have their code, regulations and practices to abide without jeopardizing the social fabric of the nation.

It is indeed heartening to see the strong support given by the other races and the non-Muslims, from coffeeshop assistants to taxi drivers to friendly aunties to professionals alike. I am indeed grateful to have them in our midst. May their encouragements drive the Malays and Muslims to be successful in achieving their dreams and aspirations.

I am seeing the community a-changing. They are more intelligent and wise, confident, strategic and creative in their approaches, better coordinated, getting sharper yet nuanced in putting across their views.

Ramadan will leave us. Tomorrow we celebrate Syawal.

In this very turbulent and uncertain period of our lives, I pray for Allah’s mercy for us all for He is the Most Merciful. I pray for Allah’s forgiveness for mankind, for He is Oft-Forgiving. I pray for Allah’s protection for He is the Protector. I pray for Allah’s security for He is the Al-Mu’min, the Granter of Security. I pray for Allah’s kindness in providing us sustenance for He is the Creator and Sustainer.

Before I end, I would like to seek forgiveness from each and everyone of you, my friends, colleagues and acquaintances, ex-schoolmates, brothers and sisters, for my misdeeds and mistakes and transgressions and my actions/inactions or words I have uttered which may cause you hurt, difficulties or inconveniences.

May our friendship lasts.

Lastly, I wish everyone, good health, prosperity and we all live in peace and harmony.

Minal Aidil Wal Faizin Wal Makbulin.
Taqaballahu minna waminkum

Ahad, 27 Julai 2014
30 Ramadan 1435H
15:49 petang





Bapak Presiden

25 07 2014

di atas geladak Hati Buana Setia
di Pelabuhan Rakyat Sunda Kelapa
kau mengajak semua warga
untuk merajut kembali
persatuan Indonesia

ditengah-tengah Kapal Pinisi di Dermaga IX,
diiringi timbalanmu, beserta segunung harapan
di Jakarta Utara itu kau mendepani wargamu
pada 10:46 malam yang kian pekat
kau berteriak:

“Kita bersama sama bertanggung-jawab untuk kembali membuktikan kepada diri kita, kepada bangsa-bangsa lain, dan terutama kepada anak-cucu kita, bahwa politik itu penuh keriangan; politik itu di dalamnya ada kegembiraan; politik itu ada kebajikan; politik itu adalah suatu pembebasan.

“Inilah saatnya bergerak bersama. Petani kembali ke sawah, nelayan kembali ke laut, anak kembali bersekolah, pedagang kembali ke pasar, buruh kembali ke pabrik, karyawan kembali bekerja di kantor.

“Lupakanlah nomor satu, lupakanlah nomor dua. Marilah kembali ke Indonesia yang satu, Indonesia Raya. Kita bersatu karena kita kuat, kita kuat karena bersatu. Salam tiga jari, salam tiga jari, persatuan Indonesia.”

… dan Indonesia pun semarak
… merayakan merdeka
… di bumi bertuah

Alang Budiman
13:09 tengahari
27 Ramadan 1435H
23 Julai 2014, Rabu

 

— Suruhanjaya Pilihan Raya Indonesia pada 22 Julai 2014 mengesahkan pasangan “nomor urut dua” calon presiden, Encik Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakil presiden, Encik Muhammad Jusuf Kalla, memenangi pilihan raya presiden yang berlangsung pada 9 Julai lalu. Pasangan Jokowi-JK meraih 53 peratus undi atau kelebihan 8 juta undi mengatasi pasangan calon “nomor urut satu” Encik Prabowo Subianto dan  Encik Muhammad Hatta Rajasa, yang meraih 46 peratus undi dari lebih 140 juta yang keluar mengundi pada hari tersebut.

Pelantikan rasmi Encik Jokowi sebagai Presiden Indonesia ke-7 akan diadakan pada 20 Oktober 2014, sekaligus mengakhiri tempoh 10 tahun atau dua penggal kepresidenan Dr Susilo Bambang Yudhoyono.

 

 





sebenar-benarnya…

22 07 2014

sebenar-benarnya bumi
tidak menerima hadirmu

sebenar-benarnya hidupmu
akan resah selalu

sebenar-benarnya kedudukanmu
dalam paksaan terlalu

sebenar-benarnya selagi hayatmu
dikandung celaka, menjadi sumpahan
anak murba

sebenar-benarnya begitulah
segala doa penuh azab ditujukan padamu

sebenar-benarnya engkau menafi
sejelas-jelasnya dikau membohongi

sebenar-benarnya engkau menyatakan ‘tidak’
seterang-terangnya bukti menyerlah

sebenar-benarnya engkau berkata benar
sejujur-jujurnya engkau lebih mendustai

sebenar-benarnya engkau ingin damai
seikhlas-ikhlasnya aku menyatakan:

hentikan serakahmu
hentikan 
hentikan holokausmu…

di sudut ruang itu
di balik batu besar
dikatakan pernah berdirinya
Rasulullah
aku bermunajat…

Alang Budiman
Khan Younis, Gaza
26 Disember 2012
Rabu





raut falastin

19 07 2014

Ingat, gencatan senjata bukan bermakna keamanan untuk Palestin.

Ingat, melancarkan roket bertubi-tubi bukan bermakna Muslim di Gaza adalah pengganas.

Ingat, perjanjian damai yang dijejerkan bukanlah kedamaian untuk Palestin.

Ingat, huraian yang ingin disepakati bukanlah keadilan untuk Palestin — sebagaimana yang digembar-gemburkan.

Ingat, saranan membentuk dua negara berjiran tidak bermakna kewujudan sebuah Palestin berdaulat.

Ingat, Arab berpecah-belah tidak bermakna Muslim tidak bersatu dalam membantu Palestin.

Ingat, Kota Lama Baitulmakdis adalah tanah Palestin, sebagaimana Ashkelon dan Sderot.

Ingat, kekuatan sebuah watan tidak terletak pada senjata.

Ingat, seburuk mana penindasan, tidak seburuk azab yang menanti mereka yang menindas.

Ingat, Allah itu Maha Penyayang dan Maha Pengasih dan Maha Mengetahui.

Ingat, Allah juga Maha Mendengar dan Maha Berkuasa

Ingat, Allah yang Menjadikan sesuatu.

Ingat, Allah lebih mengerti apa yang berlaku.

Ingat, jangan berhenti berdoa agar Palestin menikmati RahmahNya dan perlindunganNya.

Ingat, jangan sesekali menyerah.

Ingat, terus berdoa walau pasrah.

Ingat, kehidupan adalah Jihad.

Ingatlah…

 

Alang Budiman

19 Julai 2014, Sabtu

21 Ramadan 1435H





demi masa

16 07 2014

e-mel itu tiba dalam sekelip mata
pesanan di Whatsapp bertalu
aku kaget dan terpalu
pada tanda akhirnya zaman
masa semakin pantas dan pendek

oh Rabbul Izzati…
akukah antara 70,000 pilihanmu

Alang Budiman
17:46 petang
16 Julai 2014
Rabu





pemimpin

16 07 2014

Menjadi pemimpin bukan hanya berasa bisa tapi harus bisa merasa…

Isnin, 7 Julai 2014
9 Ramadan 1435H
22:00 malam





coblos pilpres 2014

16 07 2014

sekali rakyat beraja
sekali warga bersuara
sekali marhaen meneriak
sekali si wong berkehendak
sekali indonesia bangkit
sekali indonesia hebat
sekali demokrasi menari
sebangsa sehati
dan sedunia teruja…

Alang Budiman
8 Julai 2014
Selasa, 22:00 malam
10 Ramadan 1435H

— Indonesia mengadakan Pilihan Raya Presiden pada 9 Julai 2014. Dua pasangan bersaing bagi merebut jawatan presiden dan wakil presiden. Pasangan calon “nomor urut satu”, Encik Prabowo Subianto dan Encik Muhammad Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) sementara pasangan calon “nomor urut dua” ialah, Encik Joko Widodo dan Encik Muhammad Jusuf Kalla (Jokowi-JK).








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,077 other followers